Rental mobil

Labels

Feature

Categories

GameCategory

Label 7

Diberdayakan oleh Blogger.

Label 8

Label 5

Label 6

Label 3

Label 4

Label 1

Label 2

Kamis, 04 April 2013

Grand Canyon-nya Djogja



Pertama kali melihat pedesaan di wilayah  Ngayogyakarta Hadiningrat yang kental dengan buadaya ini tersimpan keindahan alam yang tidak kalah dengan yang ada di benua amerika loeeee….. sesti sempat putus asa karena tempatnya terletak di puncak perbukitan, kita bersama temen tetap semangat ingin mencari lokasinya, dan alhasil ketemu juga nee.heeee, lokasinya terletak  antara Gunungkidul-mBantul (daerah tapal batas, ibarat timor leste-Indonesia, hihihiii), tak menyurutkan  juga untuk mencari jembatan gantung Selopamioro.
Dari puncak Mangunan, Selopamioro bak Grand Canyon-nya Djogja. Jika tebing Grand Canyon–lembah curam yang berada di utara Arizona, Amerika Serikat–mengapit sungai Colorado, tebing Selopamioro mengapit sungai Oya.

Ciri khas yang bisa di lihat  dari tebing Selopamioro adalah jembatan gantung berwarna kuning yang menghubungkan desa Selopamioro dan desa Sriharjo. Lokasi jembatan gantung ini bisa dikatakan cukup terpencil di ujung desa karena terletak jauh dari pusat kota Imogiri Bantul, daerah Wunut, desa Sriharjo. Untuk mencapainya bisa dengan menyusuri Jl. Imogiri Barat hingga km 15, kemudian mengambil arah ke Siluk arah Panggang. Setelah menemui SMP N 2 Imogiri belok ke arah timur trs kira-kira 4 km. Kemudian lurus menyusuri aspal hingga selanjutnya melewati jalan cor beton. Saat menyusuri sungai Oya ini, tampak persawahan dan perbukitan, menambah keelokan alam. Hawanya pun sejuk. Jadi inget suasana pedesaan, dan tempat ini sering di gunakan syuting film FTV loe,, menarik bukan??? Apabila anda pengen mencari wisata alam yang indah, jembatan gantung merupakan solusinya…….

Senin, 01 April 2013

Panggung Krapyak atau sering disebut Kandang Menjangan

Panggung Krapyak atau sering disebut Kandang Menjangan adalah sebuah bangunan yang terletak di sebelah selatan kraton Jogja kurang lebih 1,5 km dari alun alun selatan , tepatnya di Krapyak Panggungharjo sewon bantul ( sebelah selatan pesantren krapyak).

Bangunan ini adalah bangunan yang masih dalam satu rangkaian dengan kraton Jogjakarta, yang mana dahulu kala bangunan ini digunakan sebagai tempat berburu bagi para raja raja kasultanan.

Bangunan ini terletak persis diperempatan jalan yang luasnya kurang lebih panjang 17 m, lebar 15 m, dengan ketinggian 10 meter, bangunan ini kokoh berdiri dengan tembok yang tebal dengan masing masing sisi terdapat satu pintu dan dua cendela, bangunan ini terdiri atas 2 lantai.

Telaga Boromo, Gunungkidul, Yogyakarta

 Foto Warga Gunung Kidul Membantu Simbok dan Simbah Mencuci Pakaian.
Lokasi: Telaga Boromo, Gunungkidul, Yogyakarta

Curug sidoharjo, Samigaluh, Kulonprogo, Jogja. Masih Alami



Curug sidoharjo, Samigaluh, Kulonprogo, Jogja. Masih Alami!
Foto: Vrian NP
Info Lokasi
Air terjun ini berada di Desa Sidoharjo, Kecamatan. Samigaluh, Kulon Progo, Yogyakarta. Jaraknya sekitar 5 km dari Pasar Dekso. MTs Sidoharjo belok ke kiri dan melewati jalan yang menanjak, dan selanjutnya harus melawati jalan setapak di pinggir sawah dan hutan. Sambil berjalan anda bisa menikmati pemandangan yang indah disepanjang jalan diiringi oleh kicauan burung burung. 

Curug ini merupakan obyek wisata yang berupa air terjun dengan ketinggian 75 meter. Disini jika kita beruntung disamping melihat air terjun anda juga akan menemui kera ekor panjang yang bergelantungan di tebing-tebing. Air terjun ini belum mempunyai nama, Masyarakat sekitar menyebutnya sebagai curug saja. Menariknya, curug ini seakan belum terjamah manusia sehingga masih cukup alami keadaannya. Tambah elok dengan hamparan bunga di sekitarnya, Obyek wisata ini Terletak di Pedukuhan Gonolangu. selamat berwisata ke Jogja.............

Candi Prambanan Memuat Cerita Menarik dari Masa Kejayaan kerajaan HIndu di Jawa


Candi Prambanan merupakah warisan sejarah yang sangat artistic, candi Prambanan memiliki ceita kerakyatan yang sangat kental dengan budaya Hindu. Candi ini di bangun pasa masa raja rakai pikatan dan rakai Belitung di abad ke-10. Candi ini berdiri kokoh dengan ketinggian 47 meter ( 5 meter lebih tinggi dari candi Borobudur. Sehingga bangunan ini mebuktikan masa kejayaan dari kerajaan Hindu di Indonesia. Candi Prambanan terletak tidak jauh dari pusat kota jogja( sekitar 17 km.



 Candi prambanan merupakan pencitraan dari suatu legenda cerita rakyat yaitu ada seorang lelaki yang bernama bandung Bondowoso ingin menepati janjinya dengan membuat candi 1000 arca dalam waktu 1 malam. Karena Bandung bondowoso ingin mempersunting Roro Jongrang yang tak lain adalah ibu kandungnya sendiri. Janji itu hamper terpenuhi apabila Roro Jongrang tidak meminta warga kampung untuk menumbuk padi dan meminta membakar api agar terlihat suasana seperti pagi. Karena Bandung Bondowoso tidak dapat menempati janjinya dan hanya dapat membuat 999 arca candi, akibat kecurangan yang di lakukan oleh Roro Jongrang, makan Bandung Bondowoso mengutuknya jadi  patung  yang keseribu kalinya.

 Candi Prambanan memiliki 3 candi utama di halaman utama, yaitu Candi Wisnu, Brahma, dan Siwa. Ketiga candi tersebut adalah lambang Trimurti dalam kepercayaan Hindu. Ketiga candi itu menghadap ke timur. Setiap candi utama memiliki satu candi pendamping yang menghadap ke barat, yaitu Nandini untuk Siwa, Angsa untuk Brahma, dan Garuda untuk Wisnu. Selain itu, masih terdapat 2 candi apit, 4 candi kelir, dan 4 candi sudut. Sementara, halaman kedua memiliki 224 candi.
Memasuki candi Siwa yang terletak di tengah dan bangunannya paling tinggi, anda akan menemui 4 buah ruangan. Satu ruangan utama berisi arca Siwa, sementara 3 ruangan yang lain masing-masing berisi arca Durga (istri Siwa), Agastya (guru Siwa), dan Ganesha (putra Siwa). Arca Durga itulah yang disebut-sebut sebagai arca Roro Jonggrang dalam legenda yang diceritakan di atas.
Di Candi Wisnu yang terletak di sebelah utara candi Siwa, anda hanya akan menjumpai satu ruangan yang berisi arca Wisnu. Demikian juga Candi Brahma yang terletak di sebelah selatan Candi Siwa, anda juga hanya akan menemukan satu ruangan berisi arca Brahma.
Candi pendamping yang cukup memikat adalah Candi Garuda yang terletak di dekat Candi Wisnu. Candi ini menyimpan kisah tentang sosok manusia setengah burung yang bernama Garuda. Garuda merupakan burung mistik dalam mitologi Hindu yang bertubuh emas, berwajah putih, bersayap merah, berparuh dan bersayap mirip elang. Diperkirakan, sosok itu adalah adaptasi Hindu atas sosok Bennu (berarti 'terbit' atau 'bersinar', biasa diasosiasikan dengan Dewa Re) dalam mitologi Mesir Kuno atau Phoenix dalam mitologi Yunani Kuno. Garuda bisa menyelamatkan ibunya dari kutukan Aruna (kakak Garuda yang terlahir cacat) dengan mencuri Tirta Amerta (air suci para dewa).
Kemampuan menyelamatkan itu yang dikagumi oleh banyak orang sampai sekarang dan digunakan untuk berbagai kepentingan. Indonesia menggunakannya untuk lambang negara. Konon, pencipta lambang Garuda Pancasila mencari inspirasi di candi ini. Negara lain yang juga menggunakannya untuk lambang negara adalah Thailand, dengan alasan sama tapi adaptasi bentuk dan kenampakan yang berbeda. Di Thailand, Garuda dikenal dengan istilah Krut atau Pha Krut.
Bagi wisatawan yang ingin menikmati indahnya canti Prambanan anda bias melakukan perjalan kira-kira sekitar 1 jam dari arah kota Jogjakarta…selamat berlibur yah……..Welcome to Jogjakarta

Minggu, 31 Maret 2013

Menikmati suasana pagi dengan bersepeda di perbukitan imogiri serasa menyenangkan....di daerah ini banyak di jumpai wisata ziarah, karena daerah ini terletak di perbukitan makan seniman indonesia, jjika anda tertarik untuk mengunjunginya anda bisa datang langsung dari arah jogja kira 1 jam perjalanan, daerah ini terletak di kecamatan Imogiri kabupaten Bantul Jogjakarta.....

Curug Banyunibo

Pagi ini di Banyunibo...
sudah ramai pengunjung
Objek wisata “Curug Banyunibo” yang terletak di Dk Kabrokan Kulon RT 04 Sendangsari Pajangan BANTUL ini semakin berbenah, dan menata lokasi tersebut agar semakin indah.


Rabu, 20 Maret 2013

Makam Raja-Raja Jawa

Kompleks Makam Imogiri dibangun sekitar tahun 1632 oleh Sultan Agung, raja terbesar Mataram yang beragama Islam. Walau begitu, bangunan makam ini memiliki corak peninggalan Hindu yang kental.

Imogiri dilingkupi legenda, mistis dan budaya Jawa yang kental. Konon menurut cerita, pembangunan makam ini atas petunjuk tokok penyebar agama di Jawa, Sunan Kalijogo.

Keinginan pembangunan makam ini muncul saat Sultan Agung menunaikan ibadah haji di Makkah dan melihat makam nabi. Dia juga terinspirasi usai melakukan ibadah jumroh melempar batu untuk mengusir setan atau iblis di Padang Arafah.

Sultan pun pulang dan mencari lokasi makam dengan cara melempar batu. Batu itu jatuh mengarah ke sebuah kawasan pegunungan Seribu di wilayah Bantul. Akhirnya dibangunlah makam Imogiri di Bantul.

Dari gaya dan tipe bangunannya, pada bagian pintu gerbang makam dibuat dari susunan batu bata merah tanpa semen yang berbentuk candi Bentar. Menunjukan adanya pengaruh agama Hindu.

Selasar bangunan serta bagian bangunan di sekitar batu nisan makam, menunjukkan ajaran Islam. Selain itu budaya Jawa juga tercermin.

Ada tempat sesaji yang khusus berada di bagian kanan kiri batu nisan makam raja-raja. Hal itu diperuntukkan bagi tempat ziarah anak-cucu sang raja. Sebagai bentuk bhakti orang Jawa terhadap leluhurnya.

Perlakuan dan pemeliharaan makam Imogiri pun tergolong sangat istimewa dan sangat khusus. Perawatan dilakukan oleh para abdi dalem keraton Ngayogyokarto Hadiningrat dan oleh keturunan Sri Sultan Hamengkubuono dan Raja Pakubuono.

Termasuk memasuki makam raja-raja Mataram jelas tidak sama dengan memasuki pemakaman umum. Untuk masuk ke makam Sultan Agung, maka selain harus mengenakan pakaian adat Jawa, pengunjung juga harus melepas alas kaki. Mereka juga harus melalui tiga pintu gerbang.

Bahkan yang bisa langsung berziarah ke nisan para raja itu pun terbatas pada keluarga dekat raja atau masyarakat lain yang mendapat izin khusus dari pihak Kraton Yogyakarta dan Kraton Surakarta.

Oleh karena itu, peziarah awam yang tidak siap mengenakan pakaian adat Jawa, terpaksa hanya bisa melihat pintu gerbang pertama yang dibuat dari kayu jati berukir dan bertuliskan huruf Jawa berusia ratusan tahun, dengan grendel dan gembok pintu kuno.

Hanya para juru kunci pemakaman itu yang bisa membuka gerbang tersebut. Masyarakat awam bisa melihat 'isi di balik pintu gerbang pertama, ketika keluarga raja datang. Saat itu, pintu gerbang dibuka lebar, dan masyarakat bisa melongok sebentar sebelum gerbang itu ditutup. Hanya sesaat. Hal itu pula yang menyebabkan misteri makam raja Mataram tetap terpelihara.

Raja-raja jaman dahulu sebagian besar bersifat sentralistik, dalam segala aspek kehidupan mengacu kepada kekuasaan tunggal yaitu Sang Maharaja. Tempat pemakamannya pun sudah dipersiapkan jauh-jauh hari dengan megah.

Makam ini terletak di atas perbukitan yang juga masih satu gugusan dengan Pegunungan Seribu. Pengunjung akan disambut oleh para Pemandu Wisata yang sudah siap mengantar.

Setelah pintu masuk, di sebelah kiri ada bangunan masjid yang cukup megah. Masjid Ngarso Dalem ini biasa digunakan untuk mensalatkan jenazah para raja sebelum dibawa ke atas bukit untuk dimakamkan.

Setelah melewati 454 tangga, baru masuk pintu ke II, Di pintu II ini ada 3 bangsal;

Pertama, Bangsal Sapit Urang adalah bangsal yang dipergunakan oleh para abdi dalem keraton Jogja. Yang kedua adalah Bangsal Hamengkubuwono untuk para Raja Yogyakarta; dan yang ketiga adalah Bangsal Pakubuwono untuk para Raja dari Keraton Solo.

Seperti kita ketahui pada masa Amangkurat V (1677) Mataram mengalami perpecahan dan akhirnya dibuatlah Perjanjian Giyanti yang membelah Mataram jadi II, yaitu Kasunanan Pakubuwono (Solo) dan Kasunanan Hamengkubuwono (Yogyakarta).

Di pintu masuk, tempat pemakaman masih dibagi lagi menjadi tiga bagian. Makam utama; yaitu makam Sri Paduka Sultan Prabu Hanyokrokusumo, Amangkurat II, Amangkurat III beserta masing-masing satu permaisurinya.

Sayap kiri terdiri dari; Pakubuwono I, Amangkurat Jawi dan Pakubuwono III. Sayap kanan terdiri dari: Ratu-ratu solo, Pakubuwono III beserta selir dan permaisurinya.

Saat mengunjungi makam, pengunjung akan mendapat petunjuk dari juru kunci untuk mengikuti aturan. Banyaknya pengunjung mengakibatkan pengelola makam untuk melakukan pengawasan ekstra ketat.

PANTAI POK TUNGGAL

Surga Tersembunyi yang Menantang Nyali
"Ah, menuju ke mana perjalanan ini?" batinku ketika mobil yang membawaku dan calon Jogja Update lainnya mulai terantuk-antuk menyusuri jalan bebatuan di antara dua bukit karang. Kami bergerak pelan sepanjang jalan 2 kilometer yang sempit, berkelok-kelok dan agak terjal. Sekejap adrenalin berdesir ketika melewati tikungan dengan karang besar yang menjorok di atas kepala dengan jalan yang belum baik dan terjal.....
Lepas dari perjalanan yang mendebarkan, sebuah pemandangan cantik  terbentang di depan mata. Hamparan pantai pasir putih dengan ombak biru yang menghempas seolah menjadi penawar lelah setelah menyusuri jalan sempit bebatuan tadi. Terlihat beberapa remaja yang asyik bermain ombak pantai sambil sesekali bergaya di depan kamera. Sebatang pohon Duras tumbuh rindang di bibir pantai dan menjadi ikon pantai ini. Pohon yang konon sulit tumbuh ini sangat dijaga keberadaannya oleh penduduk setempat, jadi janganheran bila ada teguran jika memanjat pohon tersebut
jalan menuju pantai






Goa Pindul & Kali Oyo


-          "Goa Pindul & Kali Oyo"
Goa Pindul dan Kali Oyo terletak di Dusun Gelaran, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul.
Wisata di Goa Pindul, kita disuguhkan keindahan alam dengan menyusuri goa, banyak fenomena - fenomena yang yang membuat terkagum - kagum orang yang melihatnya, terhampar stalaktit dan stalaknit yang indah diatap goa......


Selasa, 12 Maret 2013

Ayam goreng Mbah Cemplung

Ayam goreng satu makanan yang hampir semua orang suka, baik goreng bacem, goreng tepung, dan lain sebaginya. Apalagi ini merupakan ayam kampong bukan ayam potong pastilah tambah nikmat. Satu tem,pat yang menyajikan menu ini adalah Ayam Goreng Mbah Cemplung yang terletak di dusun sembungan, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul.
mbah cemplung


mbah cemplung



Tempat ini tidak jauh dari beberapa tempat wisata yang asik untuk dikunjungi. Yang paling dekat adalah Sendang Semanggi dimana tempat ini pernah menjadi tempat laku spiritual mantan Presiden Soeharto. Agak keselatan lagi anda dapat berbelanja produk sedangkan ke utara bisa ke Padepokan Bagong atau ke pabrik Gula Madukismo. Dengan demikian tempat ini sungguh pas untuk tempat makan siang sesudah berjalan jalan menikmati indahnya wisata Yogyakarta.
Ayam goreng Mbah Cemplung setiap harinya ramai dikunjungi ini terlihat dengan banyaknya kendaaran yang diparkir dan bahkan keluar masuk gang yang kanan kirinya ditumbuhi pohan yang besar dan rindang sehingga membuat suasana yang menyejukkan.  Ayam goreng mbah cemplung kelihatan tidak jauh beda dengan ayam goreng yang lain, baik penyajian, bentuk maupun pengemasannya. Tentu saja rasa yang menjadikan ayam goreng ini berbeda. Masakan ala Jogja cenderung manis maka sang pemilik warung pun membuat satu resep dengan sedikit rasa asin dan gurih dan ternyata rasa ini banyak yang cocok dan hasilnya waung ini tidak pernah sepi pembeli.
Pemasakannya pun ayam kampong yang cenderung alot ditempat ini terasa empuk, hal ini dikarenakan di masak dengan cara perebusan sebanyak dua kali. Selain menambah empuk juga membuat bumbu benar benar meresap sampai kebagaian terdalam dari daging ayam tersebut.Ayam yang digunakan juga ayam kampong yang baru berumur sekitar 3 bulan dengan berat diatas 1 kilogram atau istilahnya ayam dhere. Dengan pemilihan ayam yang demikian wajar saja kalau ukuran potongan ayam di warung mbah cemplung ini tidak terlalu besar, namun dengan satu potong saja sudah cukup mengenyangkan perut anda.
Sajian ayam goreng mbah cemplung tidak ada sayur hanya ditemani nasi putih dan lalapan ketimun serta sambal pedas yang mengugah selera makan. Sambal ada dua macam berupa sambal matang dan sambal mentah. Warung ini buka mulai jam 08.00 WIB sampai dengan Jam 16.00 WIB. Dijamin anda akan ketagihan mengunjungi tempat ini dan tidak berpindah ketempat lain untuk makan siang.
How to Get there :

  1. Taksi, dengan rute dari Pabrik Gula Madukismo kearah barat sesudah jembatan belok kiri kurang lebih satu kilometer akan ada petunjuk kearah sendang semanggi
  2. Dengan Kendaraan Pribadi
 Komitmen kami untuk memberikan informasi, tips, dan panduan wisata untuk Anda sekalian, Namun demikian pemeliharaan website ini tidaklah murah, maka apabila Anda memesan hotel silahkan klik link hotel yang ada di halaman ini untuk membantu kami terus dapat memberikan informasi serta panduan wisata yang lebih menarik lagi. Dan juga sarankan kami di twitter dan facebook.

Incoming search terms:

  • ayam goreng mbah cemplung
  • mbah cemplung
  • Ayam Mbah Cemplung
  • ayam goreng mbah cemplung bantul
  • ayam goreng mbah cemplung jogja
  • ayam cemplung
  • kuliner jogja mbah cemplung
  • mbah cemplung ayam goreng
  • WARUNG MBAH CEMPLUNG YOGYAKARTA
  • RESEP AYAM GORENG BOROBUDUR
 

Blogger news

Blogroll

About